DESA KETAPANG KEC. SUSUKAN KAB. SEMARANG

: Desa Ketapang, Kec. Susukan, Kab. Semarang | : 0298615074 | : ketapangsusukan@gmail.com

Profil Sejarah Desa Ketapang

Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang

 

Desa dibentuk atas prakarsa msyarakat dengan memerhatikan asal usul desa dan kondisi sosial, budaya, masyarakat setempat. Pembentukan Desa dapat berupan penggabungan dari satu desa menjadi dua desa atau lebih atau pembentukan Desa di luar Desa yang telah ada. Desa dapat dirubah atau disesuaikan statusnya menjadi Kelurahan berdasarkan prakarsa pemerintah Desa bersama BPD dengan memperhatikan saran dan pendapat masyarakat setempat.

 

Desa menurut asal katanya berasal dari bahasa sansekerta “DHESI” yang berarti tanah kelahiran. Desa identik dengan kehidupan agraris dan kesederhaanya. Desa yang berarti tanah kelahiran selain menunjukan tempat atau daerah juga menggambarkan kehidupan sosial budaya dan kegiatan penduduknya. Sebutan Desa di beberapa wilayah berbeda-beda misalnya gampong ( aceh ) , nagari ( padang ), kampung ( sunda, jawa barat ), wanus ( sulawesi utara ), banjar ( bali ), jorong ( sumatra barat ), marga ( sumatra selatan ), huta ( batak ), dan dusun dari ( maluku ). Kepala Desa dapat disebut dengan nama lain misalnya Kelapa Kampung atau Petinggi di Kalimantan Timur, Klebun di Madura, Pembakal di Kalimantan Selatan, Hukum Tua di Sulawesi Utara. Berdasarkan UU No.5 Tahun 1979, Desa adalah suatu wilayah yang ditempati oleh sejumlah penduduk sebagi kesatuan masyarakat termasuk di dalamnya kesatuan masyakarakat hukum yang mempunyai pemerintahan terendah langsung dibawah Camat dan berhak menyelenggarakan rumah tangganya sendiri dalam ikatan NKRI. Didalam kamus Besar Bahasa Indonesia Desa diartikan sebagai kesatuan wilayah yang dihuni oleh sejumlah keluarga yang mempunyai sistem pemerintahan sendiri ( dikepalai oleh seorang Kepala Desa ) atau desa merupakan kelompok rumah di luar kota yang merupakan kesatuan.

 

Keaneragaman budaya merupakan kekayaan bangsa kita. Setiap suku bangsa di Indonesia memiliki bentuk dan keragaman adat istiadat dan kebiasaan berbeda tetapi antara satu dengan yang lain harus bisa saling menghormati, kita akan mampu menghadapi berbagai bentuk perbedaan itu.

Seperti halnya penduduk Desa Ketapang yang terdiri beberapa suku/etnis yang berasal dari daerah meraka masing masing, namun penduduk Desa Ketapang mayoritas berasal dari suku jawa, dan sebagai pemeluk Agama Islam dan beberapa Agama yang lain yang saling hormat menghormati secara harmonis, hal itu tercermin dalam kehidupan sehari sehari masyarakat berinteraksi sosial mengunakan Bahasa Jawa, bukan hanya tercermin dari cara berkomunikasi, akan tetapi tercermin dari sikap saling tolong menolong diantara warga masyarakat dan terciptanya kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat.

 

Desa Ketapang terbentuk pada Tahu 1827. Berdasarkan data yang dapat penulis kumpulkan berikut adalah urutan Kepala Desa Ketapang periode 1930 – 2019

 

DESA KETAPANG

Nama

Jabatan

Periode

Wiryosoediro Soenoe

Kepala Desa

1930 – 1944

Soejono

Kepala Desa

1945 – 1975

Komari Harmanto

Kepala Desa

1975 – 1989

H. Roechan

Kepala Desa

1990 – 1998

Hj. Anjar Muthowali

Kepala Desa

1999 – 2005

Nur Choerudin

Kepala Desa

2006 – 2012

H. Muhammad Ni’am, ST

Kepala Desa

2013 - 2019

 

 

 

 

ALBUM